Senin, 02 Januari 2012

Makalah Traktor tangan dan Traktor Mini


MAKALAH ASISTENSI
MEKANISASI PERTANIAN

HAND TRAKTOR DAN TRAKTOR MINI

POSMA ANDRI OCTAVIA SIAGIAN
05101007122

KELAS A





KOORDINATOR 
ZANUDIN

ASISTEN:

ALBERT
ARDI



PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2011

KATA PENGANTAR
Puji syukur saya ucapkan atas Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat kasih dan rahmatNyalah saya dapat menyelesaikan Makalah ini. Makalah ini bertujuan agar Mahasiswa memahami peralatan apa saja yang diperlukan dalam pengelolahan Lahan Pertanian, sebagai contoh didalam Makalah yang saya buat ini yaitu mengenai Hand  traktor dan Traktor mini, serta komponen yang bisa digunakan dalam masing-masing traktor ini.
Apabila susunan Makalah ini banyak terdapat kesalahan,Kami minta maaf kepada para pembaca, semoga dapat dimaklumi. Karena saya hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. Saya juga mengharapkan kritik dan saran kepada pembaca guna untuk memperbaiki dalam pembuatan Makalah selanjutnya. Akhir kata saya ucapkan terima kasih dan semoga Makalah ini dapat berguna bagi kita semua.













Palembang, 19 Desember 2011
Penyusun
DAFTAR ISI
COVER.........................................................................................................................1
KATA PENGANTAR..................................................................................................2
DAFTAR ISI................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................................4
A.Latar  Belakang.............................................................................................4
B.Tujuan............................................................................................................5
BAB  II TINJAUAN PUSTAKA ................................................................................6
BAB III PEMBAHASAN..........................................................................................11
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN....................................................................14
A. Kesimpulan................................................................................................14
B. Saran ..........................................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................15













I.                   PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Warga Negara indonesia yang menengah kebawah berprofesi sebagai petani, tetapi sangat disayangkan setelah hampir 35 tahun masa pembangunan berjalan bidang pertanian seakan akan masih bergerak pada tempatnya berbagai cara untuk meningkatkan hasil pertanian telah dilakukan oleh pemerintah diantranya mengimport Peralatan modern ke Indonesia supaya dapat digunakan, dan herannya timbul permasalahan lain yaitu bagaimana cara menggunakan peralatan tersebut. Sama – sama kita ketahui bahwa hampir 85 % petani yang ada di Indonesia tidak mengenal  yang namanya peraltan modern yang canggih, mereka hanya mengenal cangkul dan Kerbau.
            Jika kita membandingkan keuntungan yang dihasilkan peralatan tradisional yang dipakai petani dengan Peralatan modern atau yang biasa disebut Alsintan, maka sangat lah jauh berbeda, kita ketahui sama sama bahwa Peralatan tradisional membutuhkan kinerja yang lebih besar, disamping itu juga membutuhkan waktu yang lebih lama.
Berbagai macam peralatan yang  telah ada di Indonesia diantaranya Combine, Handtraktor, Trasher, ITGM, Traktor Mini dan sebagainya, telah beroprasi secara optimal tetapi itu berdasarkan statistic pemerintah. Tetapi jika kita menelaah kembali apa yang sebenarnya terjadi dilapangan tentunya sangat berbeda, banyak para petani menggudangkan bantuan peralatan modern di KUD setempat dan lebih memilih peralatan tradisional lantaran tidak mengerti bagaimana cara mengoperasikan alsintan tersebut. ( Aprianto, 2004)
Memasuki era teknologi tinggi penggunaan alat-alat pertanian dengan mesin-mesin modern membantu percepatan proses pengolahan produksi pertanian. Salah satu alat yang umum dan paling sering digunakan adalah Traktor. Traktor merupakan sebuah alat bermesin yang memiliki kemampuan untuk mengolah tanah. Fungsi traktor sekrang telah mengantikan fungsi tenaga hewan seperti sapi dan kerbau dalam pengolahan tanah. Traktor adalah salah satu contoh penggunaan teknologi dibidang pertanian dimana dengan penggunaan teknologi tersebut dapat mengatasi masalah-masalah terutama yang berkaitan dengan tenaga kerja dan waktu. Traktor pertanian saat ini menjadi komponen yang tak terpisahkan dari pembangunan pertanian dan pedesaan. Kita saksikan perkembangan yang pesat penggunaan traktor tangan di pedesaan. Hal tersebut karena mereka dapat memperbandingkan bahwa ternyata melakukan pengolahan tanah dengan traktor lebih menguntungkan dibanding cara lain.
Walaupun telah dikenal luas namun perlu kiranya kita membahas tentang perlunya mengenal mesin Hand traktor. Mesin Hand traktor ini telah digerakkan dengan tenaga mesin, namun pengoperasiannya menggunakan tangan. Pengenalan yang baik atas mesin traktor tangan ini, dapat mempercepat proses modernisasi pertanian. Hand traktor merupakan peralatan yang digunakan oleh manusia, system yang bekerja yaitu dorongan dibutuhkan oleh handtraktor tersebut, dan tentunya menggunakan manusia Traktor roda dua ini merupakan traktor serba guna.
Traktor tangan (hand tractor) adalah sumber penggerak dari implemen (peralatan) pertanian. Biasanya traktor tangan digunakan untuk mengolah tanah. Namun sebenarnya traktor tangan ini merupakan mesin yang serba guna, karena dapat digunakan untuk tenaga penggerak implemen yang lain, seperti : pompa air, alat prosesing, trailer, dan lain-lain. (Anonim, 2000).
Pada Makalah ini kita akan membahas tentang Traktor Mini dan Hand Traktor serta Komponen dari Traktor dimulai Bajak singkal (moldboard plow), Bajak piringan (disk plow) Bajak Rotari (rotary plow), Bajak chisel (chisel plow), Bajak subsoil (subsoil plow) dan Garu paku, Garu Piring, Garu sisir.


B.     Tujuan
Adapun Tujuan dibuatnya Makalah ini adalah agar mahasiswa mengenal beberapa peralatan yang digunakan dalam pengelolahan lahan pertanian seperti Traktor Mini dan Hand Traktor serta Komponen yang ada turut bekerja didalamnya.
II.                TINJAUAN PUSTAKA
Traktor digunakan untuk berbagai keperluan. Penggunaan yang paling banyak ialah untuk pengolahan tanah, karena memang pekerjaan pengolahan tanah adalah pekerjaan pertanian yang relatif membutuhkan daya yang besar dibanding pekerjaan lainnya. Selain itu traktor juga digunakan untuk penanaman, untuk pemeliharan tanaman, untuk memutar pompa irigasi, untuk pemanen (dengan memasang pisau reaper), untuk memutar perontok padi, serta untuk pengangkutan, mulai dari bibit, pupuk, peralatan, sampai hasil pertanian.
Dari asal katanya, traktor berarti alat penghela. Memang fungsi utama traktor ialah untuk menghela sesuatu. Itulah sebabnya semua traktor tentu pada bagian belakangnya dilengkapi dengan sambungan untuk tempat menggandeng alat yang akan dihela tersebut. Pengertian traktor ialah kendaraan bermesin yang khusus dirancang untuk menjadi penghela. Dari sejarahnya, traktor memang dirancang awalnya untuk mengganti hewan hela dengan mesin yang lebih kuat. Traktor adalah alat/mesin penarik beban yang bersumberdaya mekanis. Klasifikasi traktor dibedakan menjadi dua macam, yaitu berdasarkan kegunaan dan jenis roda penggeraknya. (Defredo. 2005).
a.      Traktor mini
Merupakan traktor yang mempunyai dua poros roda (beroda empat). Traktor ini memiliki panjang bekisar 1790-2070 mm, lebar berkisar 995-1020 mm dan dayanya berkisar 12,5-20 HP. Pada elemennya traktor jenis ini digerakkan oleh motor diesel dua silinder atau lebih, mempunyai 6 kecepatan (versneling) maju dan 2 kecepatan mundur, yang dibedakan menjadi 4 macam kecepatan rendah (termasuk kecepatan mundur) dan 4 macam kecepatan tinggi (termasuk kecepatan mundur). Kecepatan kerja berkisar antara 0,94-4,79 km/jam dan kecepatan transport antara 7,54-13,31 km/jam. Traktor jenis ini sudah dilegkapi dengan PTO (power take off), three point hitch (tiga titik penggandengan/system mounted). Pada umumnya konstruksi traktor mini tidak banyak berbeda dengan traktor besar, perbedaannya hanya pada dayanya saja.
b.      Traktor tangan (Hand Traktor)
Traktor tangan merupakan traktor yang hanya mempunyai sebuah poros roda (beroda dua). Traktor ini mempnyai panjang berkisar 1740-2290 mm, lebar berkisar 710-880 mm dan dayanya berkisar 6-10 HP. Sebagai daya penggerak utamanya menggunakan motor diesel silinder tunggal. Prinsip kerja traktor tangan adalah mesin pengolah tanah dengan menggunakan tenaga penggerak motor bakar yang pada umumnya motor diesel. Sebagai mesin pengolah tanah, traktor digunakan untuk menarik peralatan pengolahan tanah, seperti bajak piring, garu piring. Berfungsi pula untuk menggerakkan peralatan stasioner, seperti generator listrik, mesin pompa air, mesin penggilingan gabah (Nawawi, 2001).

Bagian  Pada Traktor

A. Pengunci differensial
Diferensial (gardan) berfungsi untuk merubah sudut putaran mesin menjadi 90ยบ. Selain itu juga untuk memungkinkan putaran roda kanan dan kiri berbeda (saat membelok). Pengunci diferensial diperlukan untuk membebaskan traktor dari slip. Alat ini menyamakan putaran roda kanan dan kiri. Ada dua macam tipe pengunci diferensial:
 a. Pengunci diferensial mekanik : Digerakkan dengan pedal yang diinjak kaki dan langsung diteruskan ke pengunci diferensial pada gardan.
b. Pengunci diferensial hidrolis : Digerakkan dengan sistem hidrolis.
B. Final driver
Fungsi final drive adalah mereduksi atau mengurangi lebih lanjut putaran poros roda belakang. Selain untuk menambah traksi, final drive juga berfungsi untuk meninggikan badan traktor.
C. Power take off
Merupakan keluaran daya dari mesin traktor yang berupa putaran yang bisa digunakan untuk menggerakkan peralatan lain. Poros PTO dihubungkan secara langsung dengan poros setelah kopling, kemudian PTO sendiri menggunakan versneling tersendiri untuk mengatur kecepatan putaran PTO agar sesuai dengan kebutuhan.
D. Sistem hidrolis
Sistem hidrolis adalah sistem penerusan daya dengan menggunakan aliran fluida tak mampat (minyak pelumas/oli). Minyak pelumas dipompakan dari bak penampung (reservoir) untuk selanjutnya disalurkan ke silinder penekan hidrolis. Sistem hidrolis banyak digunakan pada bagian-bagian traktor, misalnya system steering (power steering), sistem pengereman, pengunci diferensial, sistem pengangkatan dan penggandengan.
E. Sistem penggandengan
Traktor merupakan sumberdaya penarik sehingga traktor dilengkapi dengan sistem peggandengan yang berfungsi untuk menggandengkan alat/mesin pertanian. Sistem penggandengan alat/mesin pertanian terdiri atas dua macam, yaitu:
1. Sistem penggandengan satu titik (trailing)
Sistem ini sering digunakan untuk penggandengan peralatan transportasi.
Bagian yang digandengakan mempunyai roda sendiri, sehingga beban tidak disangga oleh traktor. Perlatan tambahan pada traktor untuk penggandengan sistem trailing disebut drawbar.
2. Sistem penggandengan tiga titik (mounted)
Sistem ini menggunakan tiga titik penggandengan yang terdiri dari dua titik penggandengan bawah (low link). Sistem ini dilengkapi dengan sistem hidrolis yang berfungsi untuk mengangkat dan menurunkan alat/mesin pertanian yang digandeng. Sistem ini biasanya digunakan untuk menggandeng bajak, garu, alat penyiang dll.
F. Double gas throttle (gas ganda)
Traktor sering digunakan pada medan yang tidak rata, sehingga diperlukan gas yang tidak berubah karena guncangan. Traktor dilengkapi dengan gas tangan selain gas kaki.
G. Double brake
Pada traktor, rem kiri dan rem kanan dipisah dengan tujuan untuk membantu pada saat pembelokkan. Dengan pengereman salah satu roda, maka putaran belok akan semakin kecil, sehingga memudahkan pengoperasian traktor di lapangan.
H. Penyetelan jarak antar roda (wheel gauge)
Jarak antar roda kanan dan kiri dapat dirubah menurut kebutuhan, sehingga roda traktor tidak merusak tanaman jika digunakan untuk kegiatan pemeliharaan tanaman. Pengaturan jarak roda kanan dan kiri disesuaikan dengan jarak antar tanaman.
I. Pemberat (ballast)
Traktor dilengkapi dengan ballast yang dipasang di bagian depan traktor yang berfungsi untuk mecegah roda depan traktor terangkat jika digunakan untuk menarik beban yang berat. (Hamris, Moh, 2000).
Di samping kopling utama, ada dua kopling kemudi. Kopling kemudi terletak di bawah gigi persneleng, di pangkal poros kedua roda. Kopling kemudi dioperasikan melalui tuas kemudi kanan dan kiri. Apabila kopling kemudi kanan ditekan, maka putaran gigi persneleng tidak tersambung dengan poros roda kanan. Sehingga roda kanan akan berhenti, dan traktor akan berbelok ke kiri. Begitu juga sebaliknya apabila kopling kiri ditekan. Sebuah traktor tangan dapat bergerak maju-mundur dengan kecepatan tertentu karena putaran poros motor penggerak disalurkan sampai ke roda. Ada tiga jenis roda yang digunakan pada traktor tangan, yaitu; roda ban, roda besi, roda apung (roda sangkar/cage wheell).
 Roda ban berfungsi untuk transportasi.dan mengolah tanah kering. Bentuk permukaan roda ban beralur agak dalam untuk mencegah slip. Roda ban dapat meredam getaran, sehingga tidak merusak jalan. Roda besi digunakan untuk pembajakan di lahan kering. Sirip pada roda besi akan menancap ke tanah, sehingga akan mengurangi terjadinya slip pada saat menarik beban berat. Roda apung digunakan pada saat pengolahan tanah basah. Roda apung ini ada yang lebar, ada juga yang diameternya besar, sehingga dapat menahan beban traktor agar tidak tenggelam dalam lumpur. Ukuran roda disesuaikan dengan  spesifikasi traktor. Besar kecilnya roda akan berpengaruh terhadap lajunya traktor. (Frans Jusuf Daywint, 2008).
Sebagian besar, traktor tangan menggunakan motor diesel sebagai tenaga penggerak dan dihidupkan dengan engkol. Pemakaian poros engkol dimaksudkan agar traktor tangan dapat lebih murah harganya, dan relatif lebih awet dibanding dengan sistem start yang lain. Berikut ini akan dijelaskan langkah-langkah penting dalam menghidupkan dan mematikan traktor tangan, beserta tujuannya.
Menghidupkan traktor tangan :
  1. Tuas kopling utama diposisikan “OFF” atau “rem”, sehingga traktor tidak berjalan pada saat dihidupkan
  2. Untuk keamanan, semua tuas persneleng pada posisi netral.
  3. Buka kran bahan bakar, sehingga terjadi aliran bahan bakar ke ruang pembakaran
  4. Gas dibesarkan pada posisi “start”, sehingga ada aliran bahan bakar (solar) yang cukup banyak di ruang pembakaran.
  5. Tuas dekompresi ditarik dengan tangan kiri, untuk menghilangkan tekanan di ruang pembakaran pada saat engkol diputar.
  6. Engkol dimasukkan ke poros engkol, lalu putar engkol searah jarum jam beberapa kali, agar oli pelumas dapat mengalir ke atas melumasi bagian-bagian traktor. Biasanya dilengkapi dengan indikator, untuk menunjukkan adanya aliran pelumas.
  7. Percepat putaran engkol, sehingga akan menghasilkan cukup tenaga untuk menghidupkan motor.
  8. Lepaskan tuas dekompresi, untuk menghasilkan tekanan, sementara engkol masih tetap diputar sampai motor hidup.
  9. Setelah motor hidup, engkol akan terlepas sendiri dari poros engkol. Hal ini disebabkan bentuk pengait engkol yang miring.
  10. Geser posisi tuas gas pada posisi “idle” atau stasioner
  11. Hidupkan motor tanpa beban kurang lebih selama 2-3 menit, agar proses pelumasan dapat berjalan dengan baik
  12. Traktor siap untuk dioperasikan.





III.             PEMBAHASAN
Bajak adalah alat yang digunakan dalam pertanian awal untuk budidaya di tanah untuk persiapan penanaman bibit atau tanaman. Ia telah menjadi instrumen dasar bagi sebagian besar dari rekaman sejarah, dan merupakan salah satu kemajuan besar di sektor pertanian. Tujuan utama dari ploughing adalah untuk mematikan melalui lapisan atas tanah, sehingga gizi segar ke permukaan, sedangkan makam gulma dan sisa-sisa tanaman sebelumnya, yang memungkinkan mereka untuk mengalah. Ia juga aerates tanah, dan memungkinkan untuk terus uap air yang lebih baik. Modern ini, penggunaan bajak biasanya di lahan kering, dan kemudian digaru sebelum tanam.
Macam-macam Bajak /plow :
Bajak berdasarkan bentuk dan kegunaannya dibedakan atas : bajak singkal (moldboard plow), bajak piringan (disc plow), bajak putar (rotary plow), bajak pahat (chisel plow), bajak tanah bawah (sub soil plow).
a.      Bajak singkal/ Moldboard plow
Bajak singkal merupakan jenis bajak tertua yang dikenal manusia untuk mengolah tanah. Bajak singkal dapat digunakan untuk berbagai macam jenis tanah dan sangat baik untuk membalik tanah.
Bajak singkal bekerja memotong dan membalik tanah maka akan terbentuk alur yang disebut furrow.
Bagian bajak singkal yang memotong dan membalik tanah disebut bottom.
Bottom terdiri dari bagian-bagian utama yaitu :
1). Singkal ( mold board ) berguna untuk melempar tanah
2). Pisau ( share ) berguna untuk memotong tanah
3). Penahan samping  ( landside) berguna untuk menyeimbangkan serta menahan bajak.
Ketiga bagian tersebut diikat pada bagian yang disebut penyatu ( frog ).


b.      Bajak piringan (disc plow)
Bajak piringan fungsinya sama dengan bajak singkal, yaitu untuk pengolahan tanah pertama tetapi singkalnya diganti dengan piringan. Piringan bulat seperti parabola dan berfungsi untuk memotong dan membalik tanah.
Keuntungan menggunakan bajak piring :
  1. Dapat bekerja di tanah yang keras dan kering
  2. Dapat bekerja di tanah yang lengket
  3. Dapat bekerja di tanah yang berbatu
  4. Dapat bekerja di tanah yang berakar
  5. Dapat bekerja di tanah yang memerlukan pengerjaan dalam
Kelemahan menggunakan bajak piring :
1.      Tidak dapat menutup sisa tanaman / rumput yang telah terpotong
2.      Bekas pembajakan tidak dapat betul-betul rata
3.      Hasil pengolahan tanahnya masih berupa bongkahan-bongkahan
c.       Bajak rotary / pisau berputar/ rotary plow
Bajak rotary adalah bajak yang terdiri dari pisau-pisau yang berputar, bajak ini terdiri dari pisau – pisau yang dapat mencangkul yang dipasang pada poros yang berputar karena digerakkan oleh motor. Bajak ini banyak ditemui pada pengolahan tanah sawah untuk pertanaman padi. Meski termasuk golongan bajak, tetapi bajak rotary berfungsi tidak untuk membalik dan melempar tanah, tetapi hanya untuk memotong tanah saja. Bajak rotary ini terdiri dari pisau-pisau putar yang terpasang pada poros. Semakin cepat putaran poros maka semakin cepat putaran pisau. Dalam penggunaannya seringkali tanah lengket dan menempel pada mata pisau. Untuk mengurangi tanah lengket yang menempel pada mata pisau saat penggunaannya bisa dilakukan dengan mengurangi jumlah pisau atau memperlambat gerakan saat menggunakannya.
d.      Bajak chisel/ chisel plow
Alat ini berbentuk tajak yang disusun pada suatu rangka.digunakan untuk memecah tanah yang keras sampai kedalaman sekitar 18 inchi dan digunakan sebelum pembajakan tanah dimulai.
Bajak chisel digunakan untuk menembus tanah dengan alat yang menyerupai pahat / ujung sekop yang disebut mata bajak chisel / chisel point.
Fungsi bajak chisel adalah :
-Untuk memecah tanah yang keras dan kering, biasa dilakukan sebelum pembajakan -untuk tanah tertentu.
-Untuk pengerjaan praktis tanah bagian bawah.
-Untuk mengolah tanah yang berjerami dan memotong sisa –sisa perakaran yang berada dalam tanah.
-Untuk memecah lapisan keras tanah ( hardpan / plow sole )
-Untuk memperbaiki infiltrasi air pada tanah.
e.       Bajak subsoil/ subsoil plow
Alat ini digunakan untuk memecah lapisan keras didalam tanah (hard pan) atau untuk memperbaiki drainase tanah, hampir sama dengan bajak chisel, namun dipergunakan untuk pengerjaan tanah dengan kedalaman yang lebih dalam, yaitu mencapai kedalaman sekitar 50 – 90 cm.
















IV.             KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat kita ambil dari Makalah ini yaitu :
1.      Hand traktor merupakan peralatan yang digunakan oleh manusia, system yang bekerja yaitu dorongan dibutuhkan oleh handtraktor tersebut, dan tentunya menggunakan manusia
2.       Selain itu traktor juga digunakan untuk penanaman, untuk pemeliharan tanaman, untuk memutar pompa irigasi, untuk pemanen (dengan memasang pisau reaper), untuk memutar perontok padi, serta untuk pengangkutan, mulai dari bibit, pupuk, peralatan, sampai hasil pertanian
3.      Pengertian traktor ialah kendaraan bermesin yang khusus dirancang untuk menjadi penghela.
4.      Fungsi traktor sekarang telah mengantikan fungsi tenaga hewan seperti sapi dan kerbau dalam pengolahan tanah
5.      Adapu komponen dari traktor yaitu bajak singkal, bajak chisel, bajak subsoil, bajak piringan, bajak rotari, garu paku, garu piring, dan garu sisir.

B.     Saran
Sebaiknya pada praktikum ini semua komponen bagbian alat harus ditunjukkan kepada praktikan agar mereka mengenal masing-masing dari alat tersebut.









DAFTAR PUSTAKA
Aprianto, 2004. Peralatan yang digunakan dalam Pertanian. Gadjah Mada Ekspres : Yogyakarta.
Anonim, 2000. Mesin Pasca Pengelolahan Lahan. Institut Pertanian Bogor : Bogor
Defredo. 2005. Mekanisasi Pertanian. PT Grafindo : Jakarta
Frans Jusuf Daywint, 2008. Mesin-mesin Budidaya Pertanian di Lahan Kering,       Graha Ilmu: Yogyakarta
Hamris, Moh, 2000. Bagian- Bagian dari Traktor. www.Blogspot_Hamris.com. Diakses tanggal 25 november 2010.
Nawawi, 2001. Pengenalan Traktor Tangan (Hand Traktor). Erlangga : Jakarta
Reychal, 2002. Pengelolahan Lahan Pertanian.Mekanisasi Pertanian halm 50-63: Graffindo Pustaka: Jakarta
Sutrisno lukman, 1999. BENDUNGAN DAN KONSTRUKSINYA . Direktorat DEPDIKBUD. Jakarta
Tim Penyusun Penuntun Praktikum IRIGASI DAN DRAINASE, 2005. Laboratorium Mesin dan Peralatan I, Jur. Teknik Pertanian, FAPERTA, UNSYIAH.












Tidak ada komentar:

Poskan Komentar